Tampilkan postingan dengan label Ketika Aku Berkisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketika Aku Berkisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2019

Menyikapi Nasib dalam Kehidupan





Halo Good people..... hari ini kita berjumpa lagi. semoga selalu dalam keadaan yang luar biasa baik dan terberkati.

Saat sedang duduk-duduk di kampus, tiba-tiba terpikirkan oleh saya tentang nasib kita sebagai manusia yang hidup di dunia ini. Waktu kita diciptakan, kita sudah membawa nasib kita sendiri-sendiri untuk masa depan kita, entah itu nasib baik atau buruk. Nasib yang kita alami identik denga hal-hal yang tidak terduga atau kejadian yang tidak kita duga. Saat kita mengalami sebuah kejadian yang baik maupun buruk yang tidak diduga tersebut, sering kita berceloteh “Ya sudahlah memang ini nasib saya” atau “Sudah nasib saya menjadi orang yang beruntung”.

Apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan nasib?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasib adalah sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang. Nasib itu terdiri dari dua yaitu nasib baik dan nasib buruk. Nasib baik identik dengan keberuntungan dan nasib buruk sendiri identik dengan kemalangan.

Bagaimanakah nasib dapat terbentuk?
Berdasarkan pengertian di atas nasib dapat terbentuk karena sudah ditentukan oleh Tuhan. Saat kita diciptakan oleh Tuhan, Dia sudah memberikan kita semua nasib yang baik. kenapa begitu? Karena Tuhan adalah Mahabaik dan tidak pernah memberikan yang buruk untuk kita. Artinya saat kita diciptakan kita hanya membawa nasib baik. Lalu bagaimanakah nasib buruk dapat terbentuk? Nasib buruk terbentuk dapat terjadi karena ada beberapa alasan yaitu,

  1. Nasib buruk tersebut sebagai proses membantu untuk mendewasakan kita.
  2. Nasib buruk terjadi karena pikiran kita juga penuh dengan keburukan dan negatif
  3. Nasib buruk terjadi karena kita melanggar peraturan atau larangan.
  4. Nasib buruk terjadi sebagai pembalasan atau karma terhadap perbuatan-perbuatan kita di masa lalu.

Bagaimana cara kita menyikapi nasib tersebut?
Saat kita memperoleh kebaikan maupun keburukan, janganlah langsung terlena atau mengutuki tetapi selalulah untuk mencoba merefleksikan semua hal tersebut. Nasib baik yang kita dapat perlulah untuk disyukuri dan diambil hikmahnya agar nasib baik tersebut selalu terjadi. Jangan cepat puas, terlena, atau bangga karena kita tidak tahu sampai kapan kebahagiaan tersebut akan bertahan? Dengan terus menjadi manusia yang sadar, kita akan terhindar dari kesombongan dan keangkuhan. Untuk nasib buruk yang kita alami, janganlah bersedih, takut, dan menyesali diri, tetapi hal ini merupakan kesempatan kita untuk kembali bersyukur untuk proses pendewasaan yang Tuhan selalu sediakan untuk kita. Hal buruk tersebut harus kita ambil hikmahnya dan jadikan sebagai tambahan ke dalam kamus pengalaman hidup kita. Dengan adanya nasib buruk, kita selalu didorong untuk selalu membaharui diri dan melihat di bagian mana kesalahan kita. Nasib buruk mampu membentuk diri kita menjadi manusia yang bernasib baik, bila kita selalu mau untuk  melihat diri kita dan mengevalusikannya. Jangan lupa berdoa agar kita selalu dihindari dari nasib buruk.

Selalu semangat ya dan jangan lupa tersenyum....
Terima kasih.... Tuhan memberkati kita....


Jumat, 04 Januari 2019

RAHASIA Bimbingan dan Konseling yang Jarang Diketahui oleh Masyarakat Umum


Berdasarkan Pengalaman Penulis Berkuliah di BK Universitas Sanata Dharma



Halo....hai.......aloha.....dan apa kabar semuanya?
semoga semuanya dalam keadaan baik-baik saja dan dipenuhi dengan berkat....!
Langsung saja ya daripada berlama-lama, hari ini saya akan memberitahukan kepada semua masyarakat umum yang ada Indonesia RAHASIA BK (Bimbingan dan Konseling) yang jarang diketahui.
Apa pikiran pertama dan anggapan banyak orang yang terlintas saat mendengarkan dan ditanyai tentang BK? Dan ternyata banyak loh tanggapan dan kesan yang muncul dari banyak orang saat ditanyai tentang BK. Seperti ini misalnya: BK adalah bagian khusus yang menangani anak bermasalah, BK adalah polisi sekolah, BK menghasilkan guru-guru yang tidak dapat berbuat banyak, BK hanya sebagai pelengkap organisasi di sekolah, lulusan BK banyak yang jadi penggangguran dan masih banyak lagi. Karena pemikiran yang seperti inilah banyak masyarakat umum yang meremehkan dan berkomentar buruk tentang BK yang ada di sekolah maupun BK yang dimasukan dalam jurusan perkuliahan.
Let's go to the BK secret.....! (maaf kalau bahasa inggris saya asal-asalan)
BK sendiri adalah singkatan dari Bimbingan dan Konseling yang tugasnya membantu binimbing atau konseli yang sedang bermasalah dan membantu mereka menemukan solusi atas masalahnya. Di Indonesia, BK dalam pendidikan perkulihannya dimasukan dalam tingkatan S1, tetapi di Amerika BK masuk dalam program S2 (dikarenakan lulusan S1  yang ingin bekerja bersama melayani masyarakat difokuskan untuk memiliki keterampilan dalam mengkonseling dan memahami individu sehingga S2 nya adalah BK).
RAHASIA BK mencakup :
  1. Kuliah yang ditempuh untuk mendapatkan gelar sarjana BK di negara kita adalah 3,5 sampai 4 tahun dengan menempuh 144 sks (sama kayak jurusan lainnya).
  2. Mata kuliah BK mencakup 70% ilmu bimbingan, teknik pemahaman individu, psikologi terapan, teori dan teknik konseling,  30% ilmu pendidikan umum lainnya (Di BK juga belajar psikologi).
  3. Ujiannya menuntut kita harus bisa menganalisis kasus dan kalau gak belajar susahnya minta ampun (yang bilang BK mudah, ayo coba ke sini dan rasakan ujiannya yang bikin otak di peras kalau tidak belajar)
  4. Dosen-Dosennya sangat berkuaalitas dan berkompeten jadi dijamin ilmu yang kita dapat sangat berguna untuk karir kita
  5. BK menghantarkan kita untuk menjadi guru dan konselor profesional yang bisa membantu siswa dan sesama untuk menemukan solusi atas permasalahannya sendiri, menjadi seseorang yang bisa memahami dan membantu negara mendidik anak-anak generasi penerus untuk menjadi anak yang berkarakter.
  6. Untuk menjadi konselor, lulusan BK harus menempuh S2
  7. Dengan adanya sertifikat kons. dan lisensi dari ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia), seorang konselor dapat membuka praktik konseling untuk masyarakat umum tidak hanya konseling pendidikan saja, tetapi dapat pula konseling keluarga, konseling pernikahan, konseling anak, konseling remaja, konseling karier.
  8. Konselor juga berwenang memberikan tes psikolgis (tes bakat, minat da kecerdasan) apabila telah memiliki sertifikat Tes Psikologi.
  9. Lulusan BK tidak hanya dapat menjadi guru dan konselor tetapi juga dapat bekerja di Bank, LSM, LP, BNN, Kantor pemerintah, Panti Rehabilitasi, KPAI, dosen, dan wiraswasta (mendidrikan lembaga konseling atau jasa tes psikolgis).
Nah... sudah lihat kan BK yang sesungguhnya. Jadi jangan lah terlebih dahulu menjudge kalau belum tahu apa itu BK yang sesungguhnya. Nanti nyesel loh... (kayak saya dulu waktu awal masuk jurusan ini yang saya anggap bencana tetapi akhirnya membuat saya jatuh cinta). BK yang baik dan benar adalah BK yang dapat menjadi sahabat bagi semua orang dan membuat seseorang punya inisiatif sendiri untuk mencari BK. Kalau misalnya bertemu dengan BK yang menyeramkan, ayo telusuri apakah yang mengampunya benar-benar lulusan BK atau hanya orang lain yang bukan dari lulusan BK tetapi mengampu BK atau lulusan BK tapI semasa kuliahnya hanya menjadi mahasiswa duduk diam pulang. Saya jamin 100%, BK itu sangatlah menyenangkan dan berguna untuk melayani banyak orang.
TERIMA KASIH.... :)
Tuhan memberkati hari-hari kita....AMIN