Senin, 23 November 2015

Stres dan Motivasi Menghadapi UN



STRES NO! MOTIVASI YES!
UN AKU SIAP
MODUL



Disusun Sebagai Pelaksanaan Tugas Mata Kuliah Biopsikologi
Dosen pengampu
Drs. R. Budi Sarwono, M. A.

Di susun
O
L
E
H
Maria Titian Moi Lay              141114052


BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015

A.    Pengantar
Dalam modul ini, peserta diajak untuk mengenal apa itu stres, bagaimana cara mengatasi stres dalam menghadapi UN dan memberikan motivasi agar berhasil dalam UN. Diharapkan setelah mempelajari modul ini, peserta menjadi orang yang siap untuk menghadapi UN dan selalu termotivasi untuk menjadi berhasil mengatasi stres.

B.     Tujuan
1.      Peserta mampu mengenali stres yang sering dihadapi, terutama stres menjelang UN.
2.      Peserta mampu menuliskan perilaku diri saat stres menjelang UN
3.      Peserta mampu melakukan relaksasi diri untuk menghilangkan stres menjelang ujian
4.      Peserta mampu memotivasi diri agar semangat dalam menghadapi ujian
5.      Peserta mampu menuliskan hasil yang ingin di capai agar berhasil dalam menghadapi UN.

C.     Pokok Bahasan
1.      Stres
2.      Relaksasi Stres
3.      Motivasi siap UN

D.    Bahan dan Alat
1.      Power Point “Stres”
2.      Lembar kerja 1: “Perilaku Diri dan Kegiatan Dikala Stres”
3.      Lembar kerja 2: “Kuisioner Gejala-Gejala Stres”
4.      Ice Breaking
5.      Lagu “Jangan Menyerah”
6.      Power Point “Stres Aku Belum Siap Menghadapi UN”
7.      Mereduksi Stres
8.      Video “Funny Videost”
9.      Power Point “Motivasi”
10.  Power Point “Motivasi Menghadapi UN”
11.  Lembar kerja 3: Niat dan Strategi Sukses UN Tanpa Stres
12.  Video pendek “Orang-orang sukses”

E.     Time Schedule
1.      Topik bahasan
-          Stres No! Motivasi Yes! UN AKU SIAP
2.      Bidang bimbingan
-          Pribadi-Sosial
3.      Fungsi Layanan
-          Preventif dan Kuratif
4.      Sasaran Pelayanan
-          siswa-siswi  yang akan menghadapi UN
5.      Penyelenggara
-          Guru pembimbing atau konselor
6.      Waktu
-          Semester 1
-          21 November 2015
-          90 menit
7.      Media
-          Naskah
-          Laptop
-          Proyektor

Sesi
Waktu
Durasi
Kegiatan
Pelaksana
I
09.00-09.03
3”
Doa Pembuka
Peserta yang ditunjuk
09.04-09.07
3”
Perkenalan secara umum
Guru Pembimbing
09.8-09.18
10”
Penyampaian materi “Stres”
Guru Pembimbing
09.19-09.22
3”
Mengisi lembar kerja 1
Peserta
09.23-09.26
3”
Mengisi lembar kerja 2
Peserta
09.27-09.32
5”
Ice breaking
Guru Pembimbing dan Peserta
09.33-09.36
3”
Menyanyikan lagu “Jangan Menyerah”
Peserta
09.37-09.42
5”
I   S   T   I   R   A   H  A   T
Guru Pembimbing dan Peserta





II
09.43-09.53
10”
Penyampaian materi “Stres, Aku Belum Siap Menghadapi Ujian”
Guru Pembimbing
09.54-10.09
15”
Mereduksi stres
Peserta
10.10-10.12
2”
Menonton video “Funny Videos”
Guru Pembimbing dan Peserta
III
10.13-10.18
5”
Penyampaian materi “Motivasi”
Guru Pembimbing
10.19-10.29
10”
Penyampaian Materi “Motivasi Menghadapi UN”
Guru Pembimbing
10.30-10.33
2”
Mengisi lembar kerja 3
Peserta
10.34-10.39
7”
Menonton video pendek orang sukses
Guru Pembimbing dan Peserta
10.40-42
2”
Menyampaikan kesimpulan dan kata-kata motivasi
Guru Pembimbing
10.43-10.45
2”
Doa Penutup dan sayonara
Peserta yang ditunjuk dan semua Peserta

·         Evaluasi
PENDAHULUAN

F.      Latar Belakang

Kehidupan sebagai manusia modren sekarang ini tidak hanya menawarkan kesenangan tetapi juga masalah, kesedihan, tantangan dan masih banyak lagi yang membuat orang menjadi stres dan hilang semangat. Hanya menjadi manusia saja, sudah banyak tantangan yang harus dihadapi, apalagi bila menjadi manusia yang memiliki jabatan dan tanggung jawab khusus. Misalnya, guru, pegawai, polisi, presiden, siswa, mahasiswa, dan masih banyak lagi.
Kehidupan sebagai seorang siswa di sekolah merupakan tantangan terberat yang harus dihadapi oleh semua individu yang menempuh pendidikan. Siswa dituntut untuk selalu aktif, rajin ke sekolah, tepat waktu mengerjakan dan mengumpulkan tugas, mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, mendapatkan nilai yang baik, menaati peraturan sekolah, mengikuti ujian, dan masih banyak lagi. Dari sekian banyak kewajiban yang harus dilaksanakan oleh siswa di sekolah, yang paling membuat siswa stres adalah ujian. Bagi mereka ujian adalah tantangan terberat yang harus dilewati agar bisa naik ke tingkat berikutnya. Ujian kenaikan kelas saja begitu menyeramkan dan membuat stres apalagi dengan ujian nasional. Untuk siswa-siswi yang duduk di bangku kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA, ujian nasional sama dengan ujian hidup dan mati. Mengapa ini disebut ujian hidup dan mati? Hal ini karena mereka menganggap masa depan mereka bergantung pada ujian ini. Bila mereka berhasil dan lulus, masa depan mereka akan semakin terbuka cerah, tetapi bila mereka gagal kehidupan mereka untuk menjadi orang berhasil dan sukses sudahlah tertutup rapat. Ujian nasional menjadi momok dan alasan mengapa siswa-siswi sekarang mudah stres. Stres yang mereka hadapi lebih kepada ketakutan bahwa mereka mungkin saja tidak akan berhasil. Stres membuat mereka menjadi tidak nyaman untuk menjalani hidup dan belajar dengan baik. Stres juga membuat siswa-siswi menjadi orang yang mudah khawatir. Banyak kejadian buruk yang diakibatkan oleh stres sebelum atau sesudah menghadapi UN, seperti siswa mwngalami kesurupan, menjadi gampang ketakutan, bahkan bunuh diri.
Dalam kehidupan, stres merupakan hal yang melekat pada kehidupan. Siapa saja pun pasti bisa mengalaminya. Tak seorang pun bisa terhindar daripadanya. Untuk menghindari agar stres yang siswa-siswi sekolah alami tidak berlanjut pada stres jangka panjang, maka perlu diberikan motivasi jauh-jauh hari atau beberapa bulan sebelum ujian nasional berlangsung. Motivasi merupakan daya pendorong tingkah laku individu. Diharapkan dengan pemberian motivasi sebelum berlangsungnya ujian nasional siwa-siswi lebih memiliki kesiapan mental untuk menghadapi ujian nasional dan siap untuk belajar dan menghadapi hasilnya nanti.



STRES

A.    Apa itu stres?
Stres adalah repon tubuh tidak spesifik terhadap suatu tuntutan yang dihadapi. Ini bukan ketegangan saraf, melainkan ketegangan tubuh. Stres menerangkan efek-efek dari reaksi tubuh terhadap tekanan.
Sebagai bagian dan pengalaman hidup, seperti hidup sendiri, stres merupakan hal yang rumit, kompleks. Karena itu stres dapat dilihat dari suatu sudut pandang yang berbeda. Dalam peristiwa stres ada sekurang-kurangnya tiga hal yang saling mengait yaitu: keadaan yang menjadi sumber stres, orang yang mengalami stres, dan hubungan antara orang yang mengalami stres dengan hal yang menjadi penyebab stres beserta segala sesuatu yang tersangkut olehnya.
Stres sendiri bisa berakibat baik atau buruk bagi kita. Sebagai manusia, pengalaman menunjukan bahwa kita membutuhkan kejutan, rangsangan, tekanan. Stres yang optimal, berperan dan berdampak positif serta membangun bagi kita. Stres yang baik ini disebut eustress. Sebaliknya ada stres yang merugikan dan merusak bagi kita. Stres yang negatif ini disebut distress. Karena stres bersifat subjektif, kita juga dapat berbuat sesuatu untuk menghadapinya.

B.     Faktor-Faktor
Ada 3 sumber utama bagi stress, yaitu :
1.      Lingkungan
Lingkungan kehidupan memberi berbagai tuntutan penyesuaian diri seperti antara lain:
o     cuaca, kebisingan, kepadatan,
o     tekanan waktu, standard prestasi, berbagai ancaman terhadap rasa aman dan harga diri
o     tuntutan hubungan antar pribadi, penyesuaian diri dengan teman, pasangan,dengan perubahan keluarga.
2.      Fisiologis
Dari tubuh kita antara lain :
o   perubahan kondisi tubuh: masa remaja; haid, hamil, meno/andropause, proses menua, kecelakaan, kurang gizi, kurang tidur, tekanan terhadap tubuh.
o   reaksi tubuh : reaksi terhadap ancaman & perubahan lingkungan mengakibatkan perubahan pada tubuh kita, menimbulkan stress.
3.      Pikiran kita
Pikiran menginterpretasi dan menerjemahkan pengalaman perubahan dan menentukan kapan menekan tombol panik. Bagaimana kita memberi makna/label pada pengalaman dan antisipasi ke depan, bisa membuat kita relax atau stress

C.     Gejala dan Sumber Stres

a.       Gejala stres
Kita manusia merupakan kesatuan antara jiwa dan badan, roh dan tubuh, spritual dan material. Karena itu bila terkena stres, segala segi dari diri kita terkena. Stres tidak hanya menyangkut segi lahir, tetapi juga batin kita. Maka tidak mengherankan bila gejala stres ditemukan dalam segala segi diri kita yang penting: fisik, emosi, intelektual, dan interpersonal. Gejala stres ini tentu berebda setiap orang karena pengalaman stres amat berbeda setiap orangnya.
·         Gejala Fisiologis
Gejala ini merupakan stres yang menimpa tubuh kita. Saat kita stres tentu tubuh akan memberikan tekanan sebagai reaksi terhadap stres. Reaksi tubuh ini seperti: Denyut jantung bertambah cepat, banyak berkeringat (terutama keringat dingin), pernafasan terganggu, otot terasa tegang, sering ingin buang air kecil, sulit tidur, gangguan lambung.
·         Gejala Emosional
Bila tidak ditangani dengan baik, stres dapat membawa orang terpaksa berurusan dengan psikiater. Gejalanya seperti resah, sering merasa bingung, sulit berkonsentrasi, sulit mengambil keputusan, tidak enak perasaan, atau perasaan kewalahan ( exhausted), gugup.
·         Gejala Intelektual
Stres juga berdampak pada kerja intelek seperti berbicara cepat sekali, mudah lupa, kehilangan rasa humor yang sehat, mutu kerja rendah, dan masih banyak lagi.
·         Gejala Interpersonal
Sters mempengaruhi hubungan dengan orang lain baik di dalam rumah maupun luar rumah. Gejalanya seperti kehilangan kepercayaan terhadap orang lain dan suka mencari-cari kesalahan orang lain.

b.      Sumber-Sumber Stres
Setiap orang dapat terkena stres. Lama, keseringan, serta intensitasnya stres berbeda dari stu orang lain ke orang lain. Dari mana saja datangnya stres dan apa saja sumbernya?
·         Sumber stres dalam diri seseorang
Stres ini dapat bersumber pada orang yang mengalami stres karena penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh dan dari pertentangan dalam memilih di antara mana yang paling baik untuk diri.
·         Sumber stres dalam keluarga
Dalam keluarga tentu masing-masing orang memiliki watak berbeda-beda. Karena perbedaan watak inilah maka, sering terjadi konflik. Konflik inilah yang membuat kita mudah terkena stres. Konflik ini antara lain pertengkaran orang tua, masalah dengan saudara, ribut karena hal sepeleh, perceraian orang tua, dan merasa tidak adil diperlakukan dalam keluarga.
·         Sumber stres dari lingkungan
Lingkungan yang merupakan tempat kita tumbuh dan berkembang tidak setiap hari menawarkan sesutu yang indah terus menerus. Hidup di lingkungan tentunya kita akan sering juga menyaksikan konflik. Konfli-konflik inilah yang membawa pengaruh terhadap tubuh kita sehingga menjadi stres. Konflik ini seperti: dipergunjing oleh tetangga, tidak diterima di lingkungan sepermainan, dan dikucilkan.

Ø  Ice Breaking “Sambung Menyambung Lagu”
Jenis Permainan           : Sambung Menyambung agu
Durasi                          : 5 menit
Peserta                         : seluruh siswa-siswi
Cara bermain               :
1.              Siswa diintruksikan untuk membentuk lingkaran
2.              Lalu 1 orang siswa ditunjuk untuk berdiri di tengah lingkaran
3.              Siswa yang ada di tengah permainan, lalu disuruh untuk menyanyikan lagu pilihannya
4.              Di tengah lagu, siswa tersebut akan disuruh berhenti
5.              Kata terakhir lagu tersebut akan dilanjutkan oleh teman di luar lingkaran yang ditunjuk oleh siswa di engah lingkaran (lagu yang dilanjutkan boleh berasal dari lagi yang lain, yang penting kata yang disambung harus dari kata dari lagu sebelumnya).
6.              Teman yang tidak bia menyambung lagi adalah teman yang kalah
7.              Teman yang salah akan diberikan hukuman (hukuman bebas)
Tujuan:
1.      Peserta menjadi semakin akrab
2.      Peserta mampu melupakan stres sejenak
3.      Membangun keakraban di antara sesama siswa


Ø  Menyanyikan bersama-sama Lagu “Jangan Menyerah”








LEMBAR KERJA 1
“Perilaku Diri dan Kegiatan Dikala Stres”
Saat kita sedang mengalami stres, tentu ada banyak sekali yang akan terjadi dalam diri. Untuk itu dalam waktu 3 menit, tuliskan sebanyak mungkin perilaku diri dan kegiatan yang dilakukan saat anda mengalami stres.
·         Perilaku diri dikala stres
.......................................................................... ..........................................................................
..........................................................................
..........................................................................
..........................................................................
..........................................................................
..........................................................................
..........................................................................
..........................................................................
·         Kegiatan yang dilakukan saat stres
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................
.........................................................................












Lembar Kerja 2
“Kuisioner Gejala-Gejala Stres”
Stres membuat kita banyak mengalami gejala-gejala, baik gejala fisik, emosi, intelektual, dan interpersonal. Berikut akan diberikan beberapa gejala-gejala umum yang sering terjadi di kala stres. Anda diminta untuk memberikan tanda check-list pada gejala yang sering anda alami.
Jenis Gejala
Gejala-Gejala
Keterangan
Ya
Tidak
Gejala fisik
o   Sakit kepala, pusing, pening
o   Tidur tidak teratur, insomnia
o   Sakit punggung terutama di bagian bawah
o   Mencret-mencret dan radang usus besar
o   Sulit buang air besar, sembelit
o   Gatal-gatal pada kulit
o   Urat tegang-tegang terutama pada leher dan bahu
o   Tekanan darah tinggi atau serangan jantung
o   Kelewat berkeringat
o   Lelah atau kehilangan daya energi


Gejala emosional
o   Gelisah atau cemas
o   Sedih, depresi, mudah menangis
o   Merana jiwa dan hati / mood berubah-ubah cepat
o   Mudah panas dan marah
o   Gugup
o   Rasa harga diri menurun atau merasa tidak aman
o   Terlalu peka dan mudah tersinggung
o   Marah-marah
o   Gampang menyerang orang dan bermusuhan
o   Emosi mengering atau kehilangan energi emosi


Gejala intelektual
o   Susah berkonsentrasi atau memusatkan pemikiran
o   Sulit membuat keputusan
o   Mudah terlupa
o   Pikiran kacau
o   Daya ingat menurun
o   Melamun secara berlebihan
o   Pikiran dipenuhi oleh satu pikiran saja
o   Kehilangan rasa humor yang sehat
o   Produktivitas atau prestasi belajar menurun
o   Dalam belajar jumlah kekeliruan yang dibuat bertambah


Gejala interpersonal
o   Kehilangan kepercayaan terhadap orang lain
o   Mudah mempersalahkan orang lain
o   Mudah membatalkan janji atau tidak memenuhinya
o   Suka mencari-cari kesalahan orang lain
o   Menyerang orang lain denga kata-kata
o   Mengambil sikap terlalu membentengi diri
o   “mendiamkan orang lain”


STRES
“Aku Tidak Siap Menghadapi UN”

Menjadi seorang siswa, artinya kita harus siap dengan tuntutan dan tantangan yang akan kita hadapi selama bersekolah. Salah satu tantangan terberat yang dihadapi oleh siswa-siswi adalah ujian nasional. Ujian nasional adalah sistem evaluasi pendidikan yang diberikan kepada semua daerah oleh pemerintah pusat. Ujian nasional menjadi sebuah ketakutan terbesar yang dihadapi oleh semua anak yang menempuh ujian akhir, dikarenakan keberhasilan mereka ditentukan oleh lulus atau tidaknya mereka dalam ujian nasional ini. Akibat ketakutan dan kecemasan ini siswa-siswi di sekolah menjadi tertekan dan akhirnya menjadi sangat stres. Selain takut  akan kejelasan lulus atau tidaknya diri nanti, ada faktor lain yang mempengaruhi mengapa siswa-siswi selalu merasa stres saat menghadapi ujian.
·         Faktor Penyebab Siswa Stress
Berbagai tekanan psikologis dariorang tua dan guru yang mengharuskan agar sisw lulus, membuat siswa menjadi sangat stres, tertekan, dan kepikiran. padahal  (dari orang tua dan guru yang mengaharuskan siswa lulus) yang datang pada siswa, membuat siswa menjadi stress saat hendak UN. Padahal, setiap kegiatan, setiap pembelajaran, memerlukan evaluasi
1.      Pemberitaan Media
Menjelang UN, banyak sekali pemberitaan yang di sampaikan oleh berbagai media. Diakui atau tidak, media, baik elektronik maupun media cetak, berperan dalam membuat siswa semakin stress. Bagaimana tidak, sebelum Un dilaksanakan, media begitu gencar memberitakan anak-anak yang stress saat UN di tahun lalu. Ditambah lagi dengan liputan penuh dengan air mata pada siswa-siswa yang tidak lulus pada tahun sebelumnya. Liputan-liputan media elektronik (televisi) yang memberitakan kecurangan-kecurangan saat UN secara live pada saat UN masih berlangsung, dapat membuat siswa-siswa yang jujur menjadi bimbang. Diakui atau tidak, lebih banyak media yang menyorot siswa yang tidak lulus dibandingkan siswa yang lulus. Padahal, siswa yang lulus lebih banyak dari pada siswa yang tidak lulus, sebelum dan selama UN berlangsung.
2.      Statemen Para Pakar
Para pakar juga berperan dalam membuat siswa semakin takut. Komentar-komentarnya yang "BOMBASTIS" tentang tidak perlunya UN dapat membentuk pola pikir negatif pada diri siswa. Siswa merasa bahwa UN tidak perlu (berdasarkan pendapat para pakar), namun mereka harus tetap melaksanakannya. Pertentangan di dalam diri siswa ini tentu memberikan pengaruh terhadap diri siswa.
3.      Tekanan Orang tua dan Guru
Orang tua ingin yang terbaik dengan masa depan anaknya. Untuk mencapai nilai terbaik, maka orang tua membebani anak-anaknya dengan berbagai kursus pelajaran yang dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kesehatan anak, istirahatnya, dan perkembangannya. Banyak orang tua tidak menyadari bahwa membantu si anak merasa relaks justru akan menyegarkan pikiran dan membantunya belajar dengan lebih baik. Sebaliknya, orang tua terus membebani anak-anak mereka untuk mendapatkan prestasi terbaik dan lulus ujian dengan memuaskan. Sama seperti orang tua, banyak guru ingin siswanya mendapat nilai terbaik. Guru selalu mendorong muridnya untuk unggul dalam pelajaran, terutama jika muridnya berprestasi. Mengapa guru juga ikut menekan murid-muridnya mendapat nilai terbaik? Karena reputasi guru dan sekolah dipertaruhkan saat ujian sekolah khususnya Ujian Nasional.
4.      Tekanan dari Sesama Siswa
     Semangat kompetisi akan semakin memanas menjelang ujian sekolah. Setiap siswa berlomba-lomba untuk menjunjukkan prestasi terbaik. Bahkan segala cara dilakukan untuk meraih nilai tertinggi termasuk menyontek maupun mencari bocoran soal.
5.      Tekanan dari Diri Sendiri
Siswa berprestasi cenderung menjadi perfeksionis. Sehingga jika suatu kemunduran atau kegagalan terjadi, entah itu nyata atau masih belum terjadi, dapat membuat siswa di sekolah senantiasa menjadi stres dan bingung menghadapi hal ini.

·         Gejala-Gejala Stres Menjelang UN
Saat menjelang UN, stres yang semakin meningkat akan menunjukan gejala-gejalanya. Gejala-gejala yang dihadapi atau dialami oleh hampir semua siswa-siswi ini adalah:
1.      Gejala Fisiologis
Ø  Keringat dingin
Ø  Pusing, mual
Ø  Sering buang air kecil
Ø  Sembelit, gangguan pada pencernaan
Ø  Hilang selera makan dan energi
2.      Gejala emosional
Ø  Takut berlebihan
Ø  Sering cemas tanpa alasan yang jelas
Ø  Gugup dan mudah marah
Ø  Sedih, depresi, mudah menangis
Ø  Mudah tersinggung dan merasa tersaingi
3.      Gejala intelektual
Ø  Sulit berkonsentrasi
Ø  Sering melakukan banyak kesalahan
Ø  Daya ingat menurun
Ø  Energi belajar menurun
Ø  Pikiran kacau
4.      Gejala interpersonal
Ø  Merasa terancam dengan teman yang lebih pintar
Ø  Kehilangan kepercayaan terhadap teman dan orang lain
Ø  Suka mencari-cari kesalahan teman
Ø  Menjauhi orang lain
Ø  Suka marah-marah dengan teman
MEREDUKSI STRES
Ada masalah tentu pun ada solusi yang penting kita punya niat untuk mengatasi masalah. Begitu pun halnya dengan stres. Ada stres tentu ada cara untuk mengatasi stres tersebut. Jadi jangan pernah takut dengan stres. Berikut akan disajikan beberapa cara untuk mereduksi stres yang akan mungkin kita alami saat stres.
1.      Kenali dahulu stres, ungkapkan, dan buang rasa stres tersebut
Langkah awal untuk mengatasi stres adalah dengan mengenal stres tersebut. Setelah stres tersebut dikenali lalu ungkapkan stres tersebut. Cara mengungkapkannya bisa dengan menulis stres tersebut di sebuah kertas atau dengan mengungkapkannya secara langsung. Setelah diungkapkan, kumpulkan niat dan buang stres tersebut bisa dengan cara membakar kertas tersebut, atau meluapkannya dengan berteriak.
2.      Rajin berdoa dan mempersiapkan mental
Langkah selanjutnya adalah selalu rajin berdoa. Rohani yang selalu diisi akan susah dimasuki oleh stres. Selain berdoa kita harus mempersipkan mental dengan cara selalu berelaksasi melalui meditasi, yoga, ataupun ret-ret.
3.      Buat rencana belajar
Buat rencana belajar. Misalnya mata pelajaran apa yang ingin Anda pelajari lebih dulu. Lalu di bidang mana Anda lebih lemah. Coba buat rencana belajar dengan memprioritaskan pelajaran yang paling sulit. Persiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelajaran Anda termasuk alat tulis, kertas, dan kalkulator jika dibutuhkan. Persiapkan juga buku pelajaran dan catatan anda saat membuat rencana belajar.
4.      Cari tempat belajar yang ideal
Untuk menghindari stres menjelang ujian nasional, kita dapat mencari tempat yang ideal untu belajar. Tempat yang ideal yaitu bebas dari gangguan. Bila tempat belajar bebas dari gangguan, otak kita akan bekerja dengan baik tampa adanya tekanan.
5.      Jangan Menunda
Agar stres kita tidak bertumpuk, jangan pernah menunda untuk belajar. Segera belajar dan jangan belajar pada detik-detik terakhir atau pada malam sebelum ujian. Bila kita mengabaikan hal ini, maka tubuh dan otak kita akan tertekan dan gampang sekali menjadi gugup dan cemas.
6.      Jangan lupa beristirahat
Tubuh yang sehat dan siap adalah tubuh yang selalu beristirahat. Tubuh kita tentu akan menunjukan tanda-tanda saat ia sudah mulai lelah. Saat tubuh sudah menunjukan alarm lelah, jangan paksa tubuh untuk terus bekerja. Beristirahatlah agar tubuh semakin siap untuk kegiatan berikut. Tubuh yang lelah dan jarang beristirahat maka tubuh mudah terserang penyakit dan stres.
7.      Berpikir Positif
Pikiran positif merupakan cara yang paling efektif untuk membantu terhindar dari stres. Bentuklah dari awal pemikiran bahwa anda bisa menghadapi ujian nasional dan anda pasti lulus. Ulangi dan latihlah pikiran ini, maka rasa percaya diri kita akan semakin terbentuk dan kita tidak mudah gugup dan cemas serta siap menghadapi UN.
MOTIVASI

A.    Definisi Motivasi

Motivasi berarti dorongan, kehendak, atau kemauan. Motivasi adalah tenaga-tenaga (forcer) yang membangkitkan dan mengarahkan tingkah laku individu. Motivasi tidak dapat diamati secara langsung, akan tetapi dapat dilihat, dinilai dari tingkah lakunya, baik yang berupa rangsangan, dorongan atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu. Motivasi merupakan kekuatan potensial yang ada dalam diri seorang manusia yang dapat dikembangkan dan dapat mempengaruhi hasil kinerjanya secara positif atau negatif.
Mc. Donald mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Perumusan definisi tersebut mengandung tiga unsur yang saling berkaitan yaitu :
a.    Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi seseorang.
b.    Motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan (dorongan afektif).
c.    Motivasi ditandai oleh reaksi – reaksi mencapai tujuan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu energi atau tenaga yang dapat membangkitkan atau mengarahkan tingkah laku individu yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan.

B.     Jenis-jenis Motivasi

Jenis-jenis motivasi ada 2 yaitu motivasi positif dan motivasi negatif.
1.      Motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan hadiah.
2.      Motivasi negatif adalahv proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan.
Motivasi positif efektif untuk jangka panjang, sedangkan motivasi negatif untuk jangka pendek saja. Secara umum motivasi dibagi menjadi 2 yaitu :
1.      Motivasi Intristik Motivasi yang berasal dari dalam diri siswa/orang itu sendiri.
2.      Motivasi Ekstrinsik Dorongan yang ada pada diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Namun dorongan tersebut dating dari luar individu yang bersangkutan. Jadi orang itu dirangsang dari luar.
Menurut sifatnya motivasi dibedakan atas tiga macam, yaitu:
1.      Motivasi takut (fear motivation), yakni individu melakukan suatu perbutan karena takut.
2.      Motivasi insentif (incentive motivation), yakni individu melakukan suatu perbuatan untuk mendapatkan sesuatu insentif. seperti mendapatkan honorarium, bonus, hadiah, penghargaan
3.      Motivasi sikap (attitude motivation), yakni motivasi ini lebih bersifat intrinsik (muncul dari dalam diri individu)
Menurut Abraham Maslow, motivasi terbagi menjadi lima macam, yaitu:
a.       Motif fisiologis, yaitu dorongan-dorongan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan akan makan, minum, bernafas, bergerak dll.
b.      Motif pengamanan, yaitu dorongan-dorongan untuk menjaga atau melindungi diri dari gangguan.
c.       Motif persaudaraan dan kasih sayang, yaitu motif untuk membina hubungan baik denga jenis kelamin yang sama maupun yang berbeda.
d.      Motif harga diri, yaitu motif untuk mendapatkan pengenalan, pengakuan penghargaan dan penghormatan dari orang lain.
e.       Motif aktualisasi diri. Manusia memiliki potensi-potensi yang dibawa dari kelahirannya dan kodrtnya sebagai manusia.

C.    Teori Motivasi

Motivasi sangat dibutuhkan seseorang untuk membangkitkan semangat seseorang. Berikut beberapa teori menurut pendapat para ahli yaitu:
Teori Hierarki Kebutuhan, menurut maslow didalam diri setiap manusia ada lima jenjang kebutuhan, yaitu:
1.      faali (fisiologis)
2.      Keamanan, keselamatan dan perlindungan
3.      Sosial, kasih sayang, rasa dimiliki
4.      Penghargaan, rasa hormat internal seperti harga diri, prestasi
5.      Aktualisasi-diri, dorongan untuk menjadi apa yang mampu ia menjadi.
Jadi jika seorang pimpinan ingin memotivasi seseorang, menurut maslow, pimpinan perlu memahami sedang berada pada anak tangga manakah bawahan dan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu atau kebutuhan dia atas tingkat itu.
 Teori X dan Y , teori yang dikemukakan olehv Douglas McGregor yang menyatakan bahwa dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia, pada dasarnya satu negative (teori X) yang mengandaikan bahwa kebutuhan order rendah mendominasi individu, dan yang lain positif (teori Y) bahwa kebutuhan order tinggi mendominasi individu.
Teori Motivasi – Higiene, dikemukakan oleh psikolog Frederick Herzberg, yang mengembangkan teori kepuasan yang disebut teori dua faktor tentang motivasi. Dua factor itu dinamakan factor yang membuat orang merasa tidak puas atau factor-faktor motvator iklim baik atau ekstrinsik-intrinsik tergantung dari orang yang membahas teori tersebut. Faktor-faktor dari rangkaian ini disebut pemuas atau motivator yang meliputi:
1.      prestasi (achievement)
2.      Pengakuan (recognition)
3.      Tanggung Jawab (responsibility)
4.      Kemajuan (advancement)
5.      Pekerjaan itu sendiri ( the work itself)
6.      Kemungkinan berkembang (the possibility of growth)

D.    Faktor-faktor yang Mempermudah Timbulnya Motivasi Belajar

1.    Readiness (Kesiapan)
Kesiapan adalah Keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respons/jawaaban dengan cara tertentu terhadap situasi tertentu.
2.    Incentive
Incentive adalah penghargaan yang diberikan atas keberhasilan siswa, sehingga siswa terdorong untuk melakukan usaha lebih lanjut guna mencapai tujuan-tujuan pengajaran. Hal ini sangat berguna untuk meningkatkan motivasi siswa. Penghargaan ini misalnya berupa pujian, angka yang baik, memberi hadiah, dan lain-lain. Incentive dapat dibedakan menjadi dua macam:
Insentif istrinsik, yaitu situasi yang mempunyai hubungan fungsional dengan tugas dan tujuan.. Insentif ekstrinsik, yaitu situasi yang tidak mempunyai hubungan fungsional dengan tugas.
3.    Transfer
Transfer adalah pengaruh dari hasil belajar yang telah diperoleh pada waktu yang lalu terhadap proses dan hasil belajar yang dilakukan kemudian. Apabila hasil belajar yang terdahulu itu memperlancar proses beelajar berikutnya, maka transfer tersebut disebut transfer positif. Namun jika mengganggu proses belajar berikutnya maka transfer tersebut disebut transfer negatif.



























MOTIVASI MENGHADAPI UN

            Menjelang ujian tentu akan banyak sekali kegiatan kita berubah menjadi rutin. Seperti jam belajar kita semakin meningkat, les tambahan, dan mengerjakan soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya yang banyaknya minta ampun. Hal ini tentu membuat kita menjadi cepat mudah menyerah dan semakin stres. Untuk menghadapi ini kita butuh sesuatu sebagai penyemangat agar bisa sukses menuju UN, yaitu motivasi. Motivasi sangat berguna untuk memberikan dorongan agar kita selalu semangat dan tidak mudah menyerah. Untuk dapat termotivasi agar siap menghadapi UN, kita dapat menggunakan berbagai banyak macam cara. Berikut cara-cara simple agar kita selalu termotivasi dalam menghadapi UN. Mau tahu seperti apa? Ini dia:
1.      Pikirkanlah bagaimana masa depanmu nanti bila kamu gagal atau bila kamu berhasil.
Dengan memikirkan hal ini, maka kita menjadi terpacu untuk berusaha sebaik mungkin agar berhasil.
2.      Ingat kerja keras orang tua
Dengan mengingat kerja keras orang tua selama ini, kita menjadi terpacu untuk membanggakan mereka dan membayar hasil keringat mereka dengan lulus UN.
3.      Ingatlah rasa kasih sayang orang tua kita terhadap kita sewaktu kecil, dan perbuatan orang tua kita yang ingin kita bahagia, orang tua kita pun melakukan apa saja demi membahagiakan kita. Pastilah kita sangat ingin membahagiakan orang tua kita, dengan menunjukan bahwa kita bisa.
4.      Belajarlah seperti rang tua kita yang mencari nafkah, maka kita akan selalu termotvasi.
5.      Membaca kata-kata, buku-buku motivasi, cara sukses menghadapi UN, dan menonton video-video orang sukses UN.
Dengan membaca hal-hal seperti ini, kita merasa semakin terbantu untuk siap dalam menghadapi UN dan punya bekal untuk dapat selalu termotivasi sukses. Begitu pun halnya dengan menonton. Motivasi yang didapat dari hasil visualisasi akan mudah untuk selalu diingit. Tontonlah video-video orang yang sukses dalam menghadapi UN, maka kita akan terbantu untuk selalu berhasil.

            Beberapa hal diatas adalah sekelumit cara yang dapat dilakukan agar kita selalu termotivasi. Jangan pernah takut dengan yang namanya stres karena kita punya motivasi untuk menghadapi. Selalu yakin dan percaya bahwa kita adalah orang yang sangat berhasil dan teruslah untuk memotivasi diri.
            Selamat Berjuang ya!








Lembar Kerja 3
“Niat dan Strategi Menghadapi UN”

Setelah mendengarkan materi tentang motivasi menghadapi UN, anda diminta untuk menuliskan niat dan strategi yang akan anda lakukan agar anda siap untuk menghadapi UN, tanpa terpengaruh oleh hal apa pun termasuk stres.

8.         Niat saya dalam menghadapi UN adalah:
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

9.         Strategi saya dalam menghadapi UN adalah:
...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................








Ø  Menonton Video pendek motivasi “orang-orang sukses”


0 komentar: