Jumat, 27 November 2015

TES KECERDASAN SPM



                                                      
RANGKUMAN HASIL PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS
TES KECERDASAN
                                                                                
1.   TES SPM
a.    Deskripsi Tes SPM
 i.     Landasan Teori
SPM (Standard Progressive Matrixes)
a.      Pengertian
Standard Progressive Matrixes, merupakan salah satu tes inteligensi yang dikenal luas di Indoensia. SPM merupakan tes non verbal yang menyajikan soal-soal dengan menggunakan gambar-gambar yang berupa figur dan desain abstrak, hingga diharapkan tidak tercemari oleh faktor budaya. Tes ini tidak menghasilkan IQ, melainkan skor yang dapat dibandingkan dengan norma untuk menunjukkan tingkat kemampuan mental seorang anak.
Tes Standard Progressive Matrices (SPM). Tes ini pertama kali diciptakan oleh John. C Raven tahun 1938 dan pertama kali digunakan untuk Angkatan Bersenjata Inggris dalam Perang Dunia II. Jenis tes ini dikelompokkan sebagai tes non verbal artinya materi soalnya tidak diberikan dalam bentuk tulisan ataupun bacaan melainkan dalam bentuk gambar-gambar. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan dalam hal pengertian dan melihat hubungan bagian bagian gambar yang disajikan serta mengembangkan pola berpikir yang sistematis. Tes ini dianggap sebagai culture fair test (adil untuk semua budaya) karena mampu meminimalkan pengaruh budaya tertentu.
Materi tes berupa gambar dengan sebagian yang terpotong, tujuannya subjek mencari potongan gambar yang cocok dari alternatif gambar yang disediakan. Penyajian tes dapat dilakukan secara klasikal atau individual yang hasilnya berupa persentil dan grade dari inteligensi. Tes ini terdiri dari 60 soal yang dikelompokkan dalam lima seri yaitu: A, B, C, D, dan E, setiap seri terdiri dari 12 item. Total waktu yang dibutuhkan tidak terbatas, tetapi biasanya disediakan waktu 30 menit. Tes ini biasa digunakan pada anak SD maupun SMP.
b.      Tujuan
Tes ini bertujuan untuk mengungkap kemampuan memahami figur yang tidak berarti dengan mengobservasi dan berfikir jernih pada saat mengerjakan tes, kemudian melihat hubungan antara figur-figur yang ada yang pada gilirannya mampu mengembangkan penalaran. Disamping itu untukmengukur kemampuan seseorang untuk membentuk hubungan persepsi.
Tes SPM disusun berdasarkan teori faktor ”g” yang dikemukakan oleh Spearman yang bertujuan untuk mengungkap kemampuan intelektual (inteligensi umum) individu. Aspek-aspek yang diungkap dalam tes ini adalah:
1.      Kemampuan penalaran ruang yaitu kemampuan seseorang dalam memahami konsep ruang (spasial).
2.      Kemampuan menganalisis, mengintegrasikan, mencari dan memahami sistem hubungan diantara bagian-bagian.
3.      Kemampuan dalam hal ketepatan yaitu kemampuan seseorang dalam menghitung.


ii.      Jenis tes
SPM dikelompokkan sebagai tes non verbal artinya materi soalnya tidak diberikan dalam bentuk tulisan ataupun bacaan melainkan dalam bentuk gambar-gambar. Selain itu juga SPM masuk dalam jenis tes speed karena bertujuan untuk mengukur kecepatan/ketangkasan dalam mengatasi masalah, skor biasanya menunjukan frekuensi masalah yang diatasi. SPM juga masuk dalam jenis tes individual maupun kelompok karena tes ini bisa dilakukan sendiri atau kelompok.

iii.      Jumlah soal
Tes Standard Progressive Matrices (SPM) terdiri atas 60 butir soal atau pola-pola, yang terbagi dalam lima (5) kelompok soal (A, B, C, D, E), dimana masing-masing kelompok soal berisi 12 soal. (A1, A2, A3, A4, A5, A6, A7, A8, A9, A10, A11, A12, B1, B2, B3, B4, B5, B6, B7, B8, B9, B10, B11, B12, C1, C2, C3, C4, C5, C6, C7, C8, C9, C10, C11, C12, D1, D2, D3, D4, D5, D6, D7, D8, D9, D10, D11, D12, E1, E2, E3, E4, E5, E6, E7, E8, E9, E10, E11, E12)

iv.      Waktu
Waktu untuk pengerjaan Tes SPM ini adalah 30 menit.

v.      Prosedur pengerjaan
Prosedur pengerjaan tes SPM adalah
ü  Mengisi identitas pada lembar kerja tes
ü  Sebelum mengerjakan tes, testee di minta untuk mendengarkan tester membacakan petunjuk bagaimana mengerjakan tes SPM ini.
ü  Setelah selesai petunjuk di bacakan, kemudian testee di minta untuk mulai mengerjakan tes dalam waktu 30 menit. Semua testee memiliki waktu pengerjaan yang sama rata
ü  Dalam mengerjakan tes, testee di minta untuk melengkapi kotak gambar yang terpotong dengan pilihan gambar yang sudah disediakan.
ü  Ketika tanda waktu selesai, testee di minta untuk berhenti mengerjakan tes entah sudah selesai atau belum
ü  Hasil tes tersebut akan dihitung oleh tester atau dihitung bersama-sama dengan testee.

vi.      Langkah-langkah dalam scoring dan interpretasi
Ø  Cara Skoring Standard Progressive matrices :
1.       Menskor jawaban testee sehingga mendapatkan skor mentah
       Cara penilaian pada tes ini adalah memberi nilai 1 pada jawaban yang benar, dan nilai 0 pada jawaban yang salah. Sehingga skor mentah atau Raw Scored maksimal yang dapat diperoleh adalah 60 (RS maksimal = 60). Semua angka jawaban yang cocok dengan angka pada kunci jawaban dijumlahkan. Jumlah angka jawaban yang sesuai tersebut disebut skor mentah yang dimiliki Testee.
2.       Mengkonversikan Skor Mentah Dalam Persentil
          Setelah Raw Score diperoleh, maka tester perlu mengubah skor tersebut ke dalam bentuk persentil. Caranya adalah skor mentah diperoleh dimasukkan dalam table skor mentah dan langkah selanjutnya adalah mengkonversikan skor mentah ke dalam persentil. Skor persentil diperoleh dengan cara mencocokkan skor mentah pada tabel konversi.
3.      Mengkonversikan Persentil ke Dalam IQ
          Untuk mengkonversikan persentil dari masing-masing testee ke dalam IQ digunakan tabel equivalensi. Cara mengkonversikannya adalah dengan cara persentil masing-masing testee dicari pada tabel equivalensi pada kolom persentil ditarik garis ke kanan maka akan diketemukan IQ masing-masing testee.
4.      Menentukan Taraf Inteligensi
          Setelah IQ masing-masing testee diperoleh dan kita berkeinginan untuk mengetahui taraf IQ seseorang testee, maka IQ masing-masing testee harus dicocokkan dengan klasifikasi tertentu. Untuk menentukan taraf IQ masing-masing testee digunakan klasifikasi IQ dari Stanford – Binet Test
Ø  Interpretasi
Dari hasil skoring tes SPM ini kita bisa mengukur dan mengetahui berapa banyak soal yang dapat di kerjakan dengan benar dan berapa soal yang salah. Jumlah yang benar akan di ubah ke dalam bentuk presentil lalu di konverskan dan di cari dalam tabel equivalensi untuk menentukan taraf intelegensi diri sendiri.

b.    Kesan/tanggapan setelah mengerjakan tes
               Kesan saya setelah mengerjakan tes ini adalah ternyata soal ini tidaklah mudah di kerjakan. Ada banyak soal yang membutuhkan ketelitian, sehingga dalam pengerjaannya kadang satu soal menghabiskan waktu sampai 1 menit. Alhasil dalam waktu 30 menit saya tidak sampai selesai mengerjakan tes tersebut

c.    Kekuatan dan kelemahan tes
Ø  Kekuatan dari Tes SPM
·         Tes ini mengasah kecepatan dan ketepatan dalam mengerjakan soal tes.
·         Tes ini mengukur pemahaman dan pengertian terhadap gambar yang diberikan dan mengembangkan pola pikir sistematis
·         Tes ini adil untuk semua budaya
·          Hasil skor dapat dibandingkan dengan norma untuk menunjukkan tingkat kemampuan mental seseorang.
·         Dengan adanya tes ini, kita dapat mengetahui kesulitan belajar yang kita alami.
Ø  Kelemahan dari Tes SPM
·         Tes yang berbatas waktu ini, tidak menjamin apakah seseorang benar memiliki intelegensi yang tinggi atau rendah, karena mungkin saja seseorang tidak bisa menyelesaikan semua soal karena dia teliti.

d.   Hasil tes
Nomor        : 141114052
Nama          : Maria Titian Moi Lay (P)
Pendidikan formal  : Mahasiswa
Pekerjaan dan Jabatan : -
Tanggal Tes            : 08-09-2015
Tanggal Lahir         : 05-08-1996
Usia                        : 19 tahun 1 bulan
Jumlah soal benar   : 42 soal
Jumlah soal salah    : 18 soal
RS                          : 42
SS                           : 35
Golongan                :
Persentil                  : 40
Norma T                 : 51
Norma Standar sebelas : 5
Analisis                               : Berdasarkan hasil tes yang saya peroleh dalam pengerjaan tes SPM ini, saya memiliki kelemahan dalam mengerjakan tes dengan cepat. Saya cenderung lama dalam menyelesaikan satu soal. Saya belum bisa mengatur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk            menyelesaikan satu soal. Saya kurang bisa menyelesaikan soal tes gambar yang berbentuk bangun ruang dan garis.

RANGKUMAN
1.      Tanggapan saya terhadap tes kecerdasan ini adalah tes ini tidak sepenuhnya benar dalam mengukur kecerdasan saya. Karena menurut saya, diri saya ini mampu dalam menyelesaikan soal tes maupun ujian dengan baik dan benar serta nilai yang saya peroleh memuaskan. Saya agak kurang menerima tes ini juga karena, saya mendapatkan skor 42 bukan karena saya tidak tahu mengerjakan, tetapi karena selama mengerjakan tes ini saya selalu teliti untuk setiap soalnya. Saya tidak bisa menyelesaikan karena kehabisan waktu.
2.      Sandungan yang mungkin saya hadapi terkait dengan kecerdasan saya adalah kurang bisa mengatur waktu dalam menyelesaikan suatu soal. Saya cenderung berpikir lama dengan harapan untuk bisa mengerjakan semua soal dengan baik. Tetapi hai itulah yang membuat saya kehabisan waktu dan membuat saya menjadi tidak fokus ketika waktunya hampir selesai. Bukannya hasil bagus yang di peroleh tapi hasil yang kurang memuaskan.


0 komentar: