Jumat, 04 Desember 2015

TES 16 PF SKALA 3



                                                                                
Sixteen Personality Factors Questionnare (16 P. F) FORM C

a.         Deskripsi Tes 16 P. F
          i.          Landasan Teori
Tes kepribadian Enam-Belas Faktor merupakan karya adaptasi dari “Sixteen Personality Factors Questionnare (16 P. F)” yang diciptakan RAYMOND B. CATTEL. Tes ini diterbitkan oleh Institut for Personality and Ability (IPAT) pada tahun 1972. Tes kepribadian Enam-Belas Faktor terdiri dari beberapa bentuk, yaitu : bentuk A, B, C, D, E, dan F. Bentuk A, B, C, dan D dapat menggunakan buku yang sama misalnya seperti dari buku form c ini. Bentuk E dan F adalah untuk individu-individu yang mengalami hambatan atau kesukaran di dalam pendidikan dan membaca.
Tes kepribadian Enam-Belas Faktor dirancang untuk usia 16 tahun ke atas. Sedangkan tes kepribadia Enam-Belas Faktor yang serumpun dengan ini dirancang bagi usia-usia yang lebih muda, seperti :
·         “JR-SR High School Personality Questionnare (HSPO)” yaitu untuk anak usia 12 sampai 16 tahun.
·         “Children’s Personality Questionnare (CPO)” yaitu untuk anak usia 8 sampai 12 tahun.
·         “Early School Personaity Questionnare (ESPQ)” yaitu untuk anak usia 6 sampai 8 tahun.
Faktor-faktor kepribadian yang diukur oleh tes 16 PF bukan saja unik tetapi benar-benar berdasarkan pada teori-teori personality pada umumnya. Dimensi-dimensi kepribadian tersebut secara singkat akan diuraikan di bagian pertama buku persoalan. Setiap faktor disusun menurut abjad dan diberi uraian singkat dari skor-skor yang rendah dan tinggi. Pada pokoknya ke enam belas dimensi atau skala kepribadian ini saling berdiri sendiri. Tes 16 PF yang diperkenankan disini adalah BENTUK C. Tes ini baik untuk kelompok-kelompok pekerja, karyawan perusahaan,orang dewasa normal dan orang-orang berpendidikan formal.

        ii.          Jenis tes
Tes 16 PF ini termasuk di dalam jenis:
1.      Tes verbal, artinya materi tes diberikan dalam bentuk tulisan.
2.      Tes individu atau kelompok, artinya dapat diberika secara individual maupun kelompok.

      iii.          Jumlah soal
Jumlah keseluruhan soal dalam tes ini adalah 105 soal.




      iv.          Waktu
Waktu dalam pengerjaan tes ini adalah tidak di berikan batasan. Peserta diberikan kebebasan untuk mengerjakan soal tanpa harus berpacu dengan waktu. Dengan maksud agar peserta lebih teliti dalam mengerjakan soal tersebut.

        v.          Prosedur pengerjaan
Prosedur pengerjaan tes ini adalah :
ü  Peserta diminta untuk mengisi identitas yangs sesuai pada lembar kerja atau lembar jawab tes 1 (nama,tanggal lahir, pendidikan terakhir, jenis kelamin, tanggal tes, dan tempat tes) dan lembar jawab tes 2 (no., nama,tanggal)
ü  Membagikan Buku Persoalan kepada peserta
ü  Membaca petunjuk sebelum mulai mengerjakan tes
ü  Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, usahakan untuk memilih kemungkinan jawaban di kotak a atau c, dan bila peserta benar-benar merasa ragu bisa memilih kotak b.
ü  Berilah tanda (X) pada kotak yang dipilih.
ü  Bekerjalah dengan teliti, jangan sampai ada jawaban terlewatkan.
ü  Bila telah selesai mengerjakan soal tes, peserta diminta untuk mengecek ulang kembali dan langkah selanjutnya adalah menskoring jawaban tes tersebut.

      vi.          Langkah-langkah dalam scoring dan interpretasi
            Langkah-langkah daalam menskoring tes ini adalah :
ü  Peserta yang di tes, harus mengerjakan dan menyelesaikan seluruh soal tes 16 PF ini. Jumlah keseluruhannya adalah 105 soal.
ü  Dengan kunci jawaban Tes 16 PF Nomor 1dilekatkan tepat sedemikian rupa pada lembaran jawaban yang telah diisi.
ü  Penghitungannya diurutkan dari MD sampai Q4, dihitung  dari kiri ke kanan dan hasilnya di tulis di bagian faktor pada lembar jawaban 1.
ü  Penormaan
·         Ubah angka kasar menjadi angka sten dengan menggunakan tabel sesuai karakteristik subyek, berdasarkan tingkat pendidikan, masyarakat umum dan jenis kelamin.
·         Norma sten (Standar Ten Score) yang bergerak dari skor 1-10
·         Rendah : 1-3
·         Rata-rata : 5-6
·         Tinggi : 7-10
ü  MD Scale (Batas Sten Score = 6), adalah singkatan untuk Motivation Distortion yang maksudnya adalah untuk melihat dan memeriksa sampai seberapa jauh orang yang di tes itu sungguh-sungguh mengerjakan tesnya dengan jujur dan lepas dari gangguan-gangguan dan pengaruh lainnya.
·         Jika MD Sten Score 10, maka nilai WS untuk :
o   Faktor O dan Q4, ditambah 2
o   Faktor C dan Q3, dikurangi 2
o   Faktor L, N, dan Q2 ditambah 1
o   Faktor A, G, dan H dikurangi 1
·         Jika MD Sten Score 8 dan 9, maka WS untuk :
o   Faktor L, N, O, dan Q4, ditambah 1
o   Faktor A, C, G, dan Q3, dikurangi 1
·         Jika MD Sten Score 7, maka WS untuk :
o   Faktor O dan Q4, ditambah 1
o   Faktor C dan Q3, dikurangi 1

v  Interpretasi
Faktor
Skor Rendah
Skor Tinngi
A
Berhati-hati, tidak ramah, pendiam, suka menyendiri, kritis, bersikap gigih.
Ramah tamah, lembut hati, tidak suka repot-repot, ikut ambil bagian, berpartisipasi.
B
Bodoh intelegensi rendah, kapasitas mental skolastik yang rendah.
Pandai, intelegensi tinggi, kapasitas mental skolastik yang tinggi.
C
Dipengaruhi oleh alam perasaan, emosi kurang mantap, mudah meledak, ego lemah.
Emosi mantap, matang, menghadapi realitistis tenang, kekuatan ego yang tinggi.
E 
Rendah hati, berwatak halus, mudah dituntun, jinak, patuh, pasrah, suka menolong.
Ketegangan sikap, agresif, suka bersaing, keras hati, teguh pendiriannya, dominan.
F
Seadanya, sederhana, pendiam, serius, tenang, tidak bergelora.
Tidak kenal susah, suka bersenang-senang, antusias, menggelora.
G
Bijaksana, mengabaikan aturan-aturan, mengabaikan super ego.
Teliti, gigih, tekun, bermoral, tenang, serius, superego yang kuat.
H
Pemalu, takut-takut, peka terhadap ancaman-ancaman.
Suka bertuaang, berani, tidak malu-malu, secara sosial berani, tegas, hebat.
I
Keras hati, percaya diri, realistik.
Lembut hati, peka, independen, terlalu dilindungi
L
Menaruh kepercayaan pada orang lain, menerima semua keadaan.
Syakwasyangka pada orang lain, sukar untuk bertindak bodoh.
M
Praktikal, berkenan pada hal-hal yang sederhana, biasa, dan bersahaja.
Imajinatif, hidup bebas (bohemian), pelupa, suka melamun, linglung.
N
Jujur, berterus terang, blak-blakan, rendah hati, rendah hati, ikhlas, janggal, kikuk.
Lihai, cerdik, halus budi bahasanya, memiliki kesadaran sosial.
O
Yakin akan dirinya, tenang, aman, puas dengan diri sendiri, tenteram.
Khawatir, gelisah, menyalahkan diri sendiri, tidak aman, cemas, memiliki kesukaran.
Q1
Konservatif, kuno, tradisional.
Liberal, suka akan hal-hala baru, berpikir bebas, radikalisme.
Q2
Ketergantungan pada kelompok, pengikut, taat pada kelompok.
Kecukupan diri, banyak akal, mengambil keputusan sendiri.
Q3
Lalai, lemah, membolehkan, sembrono, kelemahan integrasi dari self sentimen.
Bisa mengendalikan diri, suka mengikuti aturan, kompulsif.
Q4
Santai, tenang, lamban, tidak frustasi, penyabar, ketegangan energi yang rendah.
Tegang, frustrated, mudah tersinggung, lelah, ketegangan energi yang tinggi.


b.        Kesan/tanggapan setelah mengerjakan tes
Kesan atau tanggapan saya setelah menegrjakan soal tes ini adalah tes ini terlalu banyak memuat soal, sehingga membuat saya malas untuk membaca dan sangat lelah. Tetapi, Rasa lelah akibat mengerjakan soal yang lumayan banyak tersebut dan rasa pusing karena cara penskoringan yang harus benar-benar teliti, akhirnya bisa terbayar dengan hasil tes yang memuaskan rasa penasaran tentang kepribadian saya.

c.         Kekuatan dan kelemahan tes
Ø  Kekuatan dari tes ini adalah :
1.      Tes yang sederhana ini mengungkapkan kepribadian seseorang.
2.      Adanya MD (Motivation Distortion).
Ø  Kekuranga tes ini adalah :
1.      Tidak bebas budaya.
2.      Banyak menggunakan istilah baru, sehingga membingungkan peserta.
3.      Tidak mengungkapkan faktor herediternya

d.        Hasil tes
Factor
Score
raw
std
MD
6
4
A
7
4
B
5
6
C
7
6
E
7
7
F
3
2
G
10
8
H
7
6
I
7
5
L
6
6
M
7
7
N
5
6
O
4
3
Q1
5
5
Q2
8
9
Q3
7
5
Q4
6
5
            Hasil analisis diri berdasarkan perolah score yaitu,
Ø  Emosi (Kepekaan, pengolahan, penataan, dan ekspesi-Anxiety) C; O; Q2
Dalam hal emosi, saya lumayan peka terhadap berbagai emosi yang datang dari dalam diri maupun dari luar. Saya mampu untuk mengolah emosi-emosi terebut dengan cukup baik, sehingga saya dapat menata mana emosi yang pantas dikeluarkan atau tidak dalam berbagai macam situasi hidup.
Ø  Regulasi dorongan (kekuatan, energi arah, kendali,-Relax) E; F; Q1; Q4
Dorongan untuk selalu melakukan yang terbaik dan mendapatkan prestasi cukup kuat ada di dalam diri saya. Dorongan itu akan sangat kuat bila saya merasa terancam dengan halangan yang mengganggu target yang ingin saya capai. Dorongan yang selama ini ada dalam diri saya, untungnya sebagian besar adalah dorongan positif. Bila dorongan negatif yang bekerja saya akan berusaha untuk menguasai diri saya untuk kembali relax dan berusaha menanggapi dorongan itu secara positif.
Ø  Integrasi diri (penilaian diri, kekuatan diri, rasa percaya-Konsep diri) B; I; M; O; Q3
Terhadap diri saya, saya masih sulit untuk menilai diri saya positif. Saya masih kurang bersyukur dengan apa yang tubuh saya miliki. Secara fisik, saya lebih banyak konsep diri yang negatif, karena merasa tubuh saya tidaklah proposional. Sedangkan secara rohani, saya selalu berusaha membentuk konsep diri positif walaupun belum semuannya berhasil. Saya juga merasa bahwa saya adalah orang yang tangguh dan memiliki kepercayaan diri sehinnga saya dengan cepat dan mudah untuk beradaptasi.
Ø  Relasi sosial (minat, cara, bentuk) A; E; G; H; L; N; Q1
Dalam membentuk relasi sosial, minat saya untuk bersosialisasi dan menjalin relasi lumayan sangat besar. Untuk membentuk relasi yang bagus, saya biasanya selalu berusaha mengakrabkan diri dan selalu menampilkan diri saya yang ceria. Karena hal inilah, maka relasi sosial saya semakin terjalin dengan luas dan baik.

RANGKUMAN

1.      Tanggapan saya terhadap hasil tes kecerdasan ini adalah saya merasa tes ini sangat bagus dan lumayan tepat menggambarkan kepribadian seseorang. Hasil tes ini dapat saya terima karena hasil keseluruhan penilaian tes ini hampir semuanya tepat menggambarkan kepribadian saya. Hasil tes ini dapat saya jadikan acuan untuk membentuk diri saya menjadi semakin lebih baik lagi dan berusaha mengurangi lalu menghilangkan kepribadian saya yang sangat menggangu diri saya dan orang lain.

2.      Sandungan yang mungkin saya hadapi terkait dengan kepribadian saya adalah kepribadian saya yang sekarang ini bisa membawa saya ke arah yang positif dan negatif, tetapi tergantung dari bagaimana saya menyikapi kepribadian tersebut. Karena hasil tes saya yang positif, saya bisa saja melupakan kepribadian yang negatif sehingga tidak punya waktu untuk memikirkan dan memperbaiki kepribadian saya yang negatif berdasarkan hasil tes yang saya peroleh.


3 komentar:

GreenBoot mengatakan...

terimakasih penjelasannya...sangat membantu..JOS!

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan...

Terimakasih sangat membantu